Tuesday, June 30, 2009

is it your mind or your brain?

Sometimes I wonder why is it so difficult to forget. Most of the things we don’t want to remember remain intact – no sign of leaving our memory box. Yet we forget things we should remember, sigh!

And our minds can really pick every detail to the tiniest – minutes detail of everything. Or is it our hearts playing trick, fooling around, purposely driving us insane…

How stupid can one be, not to be able to forget something that hurts. How totally an imbecile is one to remember something obviously unworthy of any thought? Can anyone be so unintelligent to keep on thinking and hoping when the truth is out there…. With proof and evidence… what else do one need to erase thoughts about someone, anyone for the matter, who has clearly manifest his/her true colour?

I just couldn’t think wisely. Let alone painful memories….. I just wonder about this situation…. when you met someone, unintentionally your heart starts pounding, beating faster and dub-dab, dub-dab… oh my, you are out of space…. That someone has invaded your life! He/She is everywhere you are, in your mind, your thoughts, your sleep, your day and night. This is becoming fatal. You can die of a heart seizure, cardiac arrest, what? Your brain has stop some of its functions- your thinking ability has somewhat become paralyzed…he/she is here, there, anywhere, everywhere, e,i,e,i,o…….

But you couldn’t say it out, it is just you, thee, yourself and thou….thy all are within you…screaming, wailing … sign of schizophrenic is setting in. Never mind, the turmoil, storm raging inside you, you can survive. Only you know what is going on, if you are good at concealing your feeling and emotion. Fine.. you are just doing fine.

Somehow, you got to know more about him/her and all that you learnt is not that good, nothing wonderful, something bad, everything is not right… there will be no future of true happiness, everlasting love, romantic tales…. Sorry… fat chance, slim hope.. you just dream on! Yet the feeling stays…. There goes your heart, your limb, your mind, everything; at the sight of him/her. The dub-dab, dub-dab pounding of the heart does not slow down, they reacted the same way… Knock-knock, is there a brain inside your skull?
If the truth does not help overcome your feeling towards someone, what would?

I just don’t understand people. What more if they come and confide to you and asked for opinion… Huh, honestly I don’t! You were there talking and listening to an unwise friend when the monkey suddenly decided that walking in front of us is the best way to get to his car which was way behind us…. !!! Oh my, he knew, you are crazy over him…. Ssoo sorry, you solve your problem.. I m leaving!

Monday, June 29, 2009

Bulan, Bintang & Matahari.

Bulan Rejab kembali lagi. Sudah hampir benar dengan Ramadhan, lepas ni Syaaban dan kita tak lama lagi puasa. Lepas puasa, raya pulak dan bermula musim haji. Bestnya kalau dapat pergi menunaikan haji.

Bulan Rejab ni bulan kelahiran kita. Dulu suatu ketika yang lama dulu tapi selepas Perang Dunia ke 2 dan selepas Merdeka, mak kita lahirkan kita pada hari Isnin, 15 Rejab pukul 12 tengahari. Bersusah payah mak mengandungkan kita , melahirkan dan membesarkan.... sayang mak! Dan sayang ayah juga!

Ramai kawan-kawan kita yang mengambil kesempatan berpuasa sunat di bulan Rejab ni, tak kurang yang puasa ganti. Alhamdulillah, banyak terlihat keberkatan di bulan ni. Tapi sebenarnya, semua bulan pun ok. Kita sebenarnya boleh buat kebaikan yang sedikit atau banyak setiap hari, tepuk dada tanya selera dan kalau nak buat jahat pun bukan ikut bulan pun, bila-bila aje boleh buat jahat. Dan hidayah juga kalau nak diberi, bila-bila dan dimana saja boleh diberi.

Bulan Rejab ni banyak makna dalam hidup kita. Selain bulan kelahiran, ia juga bulan yang mencipta sejarah dalam hidup kita, peristiwa-peristiwa besar banyak berlaku dalam bulan ini. Secara kebetulan, takdir menentukan begitu. Hanya Allah yang tahu hikmahnya. Tapi tak ada apa pun yang boleh disungutkan dalam kehidupan ini, kerana banyak sungguh nikmat yang kita perolehi. Apa saja yang kita hilang kalau tak diganti dengan sesuatu yang serupa, diberi pula kebahagiaan dan kesenangan yang lain.

Terfikir selalu apa yang kita buat sebagai tanda terima kasih dan syukur kita kepada segala yang telah kita miliki. Sedangkan kasih sayang emak dan susah payah dia mengandung, melahir dan membesarkan kita pun tak mampu kita balas, apakah yang telah kita persembahkan kepada Pecipta kita dan kehidupan ini.

Teringat kata Ustaz Zahazan: - Nak tahu kedudukan kita di sisi Allah, lihatlah kedudukanNYA dalam diri kita. Kita melihat dalam diri sendiri, seringkali, keutamaan kita diletak bukan pada sesuatu yang benar-benar utama. Kita akan dahulukan semua perkara lain, tapi bukan pada sesuatu yang pasti menjanjikan bahagia abadi kita. Susah benar mendidik diri. Entahlah.

Kita baca dan dengar bagaimana segala makhluk dan benda yang Allah cipta selain manusia akan hanya mengagungkan Penciptanya sahaja sepanjang hayat mereka walaupun mereka tidak diberi akal, tapi kita entah apa-apa yang kita buat dengan akal kita. Tak tahu nak cakap apa lagi, umur dah banyak ikut kiraan bulan atau matahari, bintang pun banyak yang dah mati.... kita ni apa la nak jadi...tak reti nak beri prority. Wallahualam.

Friday, June 26, 2009

Ambillah Pengajarannya!

Harini dengar berita kematian dua selebriti barat Michael Jackson dan Farah Fawcett. Tapi sedihnya pengajaran yang orang kita dapat bukanlah tentang kematian itu adalah bagi setiap orang dan bila masanya kita tak tahu. Mereka lebih bahagia dengar lagu Michael Jackson sepanjang hari dan mengenang zaman jahiliah bila kita ikut segala perangai bintang ini. Bintang apa ini ye? Bintang yang dah padam dan masuk ke dalam black hole.

Tak dinafikan kita juga suka dengar lagu Michael Jackson suatu ketika dulu, sekarang pun kita tak kesah mendengarnya, tapi mengapa orang yang beragama Islam pun sama naik aje mengenang zaman Michael Jackson la, apa la….. entahlah. Menjadikan orang yang jelas tak betul dan banyak mengubah apa yang telah Allah ciptakan sebagai Idola rasanya macam tak berapa waras aje.

Kepada sesiapa yang minat kat Michael Jackson tu, ambillah pengajaran. Ubahla apa saja, macam mana juga, umur, masa dan kematian tetap akan berlaku…. Tak mampu kita menahan atau mengubahnya.
Tapi lagu ni bolehlah di amati liriknya sahaja. Jangan fikirkan peribadi penyanyinya.....

"Heal The World"

There's A Place In
Your Heart
And I Know That It Is Love
And This Place Could
Be Much
Brighter Than Tomorrow
And If You Really Try
You'll Find There's No Need
To Cry
In This Place You'll Feel
There's No Hurt Or Sorrow

There Are Ways
To Get There
If You Care Enough
For The Living
Make A Little Space
Make A Better Place...

Heal The World
Make It A Better Place
For You And For Me
And The Entire Human Race
There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me (Chorus)

If You Want To Know Why
There's A Love That
Cannot Lie
Love Is Strong
It Only Cares For
Joyful Giving
If We Try
We Shall See
In This Bliss
We Cannot Feel
Fear Or Dread
We Stop Existing And
Start Living

Then It Feels That Always
Love's Enough For
Us Growing
So Make A Better World
Make A Better World...

Chorus (Repeat)

And The Dream We Were
Conceived In
Will Reveal A Joyful Face
And The World We
Once Believed In
Will Shine Again In Grace
Then Why Do We Keep
Strangling Life
Wound This Earth
Crucify Its Soul
Though It's Plain To See
This World Is Heavenly
Be God's Glow

We Could Fly So High
Let Our Spirits Never Die
In My Heart
I Feel You Are All
My Brothers
Create A World With
No Fear
Together We'll Cry
Happy Tears
See The Nations Turn
Their Swords
Into Plowshares

We Could Really Get There
If You Cared Enough
For The Living
Make A Little Space
To Make A Better Place...

Chorus (Repeat (3X))

There Are People Dying
If You Care Enough
For The Living
Make A Better Place
For You And For Me (2X)

You And For Me (10X)

Thursday, June 25, 2009

Antara semut seberang lautan dan gajah di depan mata.

Teringat luahan hati seorang lelaki tentang ketidakpuasan hati dengan layanan isterinya. Habis segala-gala kelemahan dan kekurangan isteri diceritakannya. Sehingga sedih pulak membayangkan kalaulah isterinya tahu apa yang suaminya cerita tentang dia. Tapi perkahwinan dah lebih dari dua puluh tahun, anak-anak dah besar. Dan sedih dan memeranjatkan apabila si suami kata kalaulah isterinya itu seperti seseorang..... entahlah!

The grass looks greener on the other side of the field. Kenapa cepat sangat meletak nilai tinggi pada orang yang kita kenal luarannya sahaja dan tiada nilai langsung orang yang berkongsi tilam bantal dan segala-galanya dengan kita bertahun-tahun lamanya.
Bukankah isteri itu suami yang mendidik dan membentuknya? Kalau banyak sangat kelemahan pada isteri, sudah tentu ada kelemahan pada suami. Takkan baru sekarang nampak segala kekurangan. Mengapa tak buat sesuatu dari awalnya untuk membimbing isteri mengikut kehendak hati kita. Kadang-kadang tak ada salah dari segi keperluan rumah tangga, disebut segala kekurangan dalam hubungan intim suami isteri.

Wahai lelaki, kalau perlakuan anda menyebabkan dia tak seronok dan tak selesa tentu dia kurang berminat. Kenapa tidak berbincang dan berkomunikasi tentang perkara ini. Memang nampak macam tak penting bagi sesetengah orang, tapi kerana isu dalam kelambu ni orang bercerai-berai, suami kahwin lain, isteri curang. Kalau rasa tak banyak, sedikit pun masalah ini dapat menyumbang kepada bahagia atau tidak sesuatu rumah tangga itu. Kerana Allah telah ciptakan manusia dengan fitrah dan keinginan naluri yang ingin dipenuhi bila ada tempatnya. Kalau tak ada pun, bagi yang tak beriman, akan dicari juga walaupun tak halal! Jadi ambil isu ini sebagai sesuatu yang serius dan penting dalam keharmonian rumah tangga.

Ada orang boleh bercakap segala dengan orang lain tapi tidak dengan pasangan sendiri. Kenapa kita tak nak jadikan pasangan kita sebagai tempat meluahkan rasa dan berbincang? Sebab kita tak meletakkan nilai yang tinggi pada mereka. Kita selalu rasa mereka tak memahami kita, mereka tak sporting, mereka tak perlu tahu.... lalu apa matlamat kita memilih mereka sebagai pasangan hidup? Untuk menghasilkan zuriat aje, tukang masak, tukang cuci, tukang cari belanja, tukang layan, tukang urut? Apa? Kalau di awal perkahwinan tak dibiasakan mesra, berpegangan tangan, berbincang, buat segala bersama, memangla janggal bila dah kahwin 10-15 tahun baru nak mula. Hairan jugak ada orang rasa segan nak jalan pegang tangan dengan pasangan sendiri tapi mengada-ngada dengan orang lain tak malu.

Entahlah. Tapi apapun, janganlah cuba bandingkan pasangan kita dengan orang lain. Baik buruk dia, kita dah tahu luar dalam, tapi orang yang kita tak pernah duduk bersamanya belum tentu lagi. Tak akan ada orang yang akan dedahkan keburukan dirinya pada orang... memang tak laku la jawabnya. Cuba bayangkan kita dibandingkan dengan orang lain. Sedih tak? Terimalah dia seadanya. Kalau hati terbekenan kat orang lain, tak payahlah nak mencari salah dia, untuk menutup keterlanjuran kita jatuh hati. Itu semua kadang-kadang bukan kuasa kita. Kenapa pulak nak cari tempat meletakkan kesalahan, hanya kerana kita tak dapat kawal diri dan perasaan sendiri. Dan bersyukurlah kita ada keluarga dan lihatlah diri sendiri. Bayangkan banyaknya kesabaran orang dengan kekurangan dan kelemahan yang ada pada kita ni. Apa kita ingat kita perfect ke?

Bila la kita nak cerdik???

Sharing is caring! Selalu kita dengar ungkapan ni. Best juga kalau memang ini yang kita amalkan dalam banyak hal. Tapi kadang-kadang kita tak share benda yang sepatutnya kita share, dan kadang-kadang kita share bukan kerana kita care.

Ada orang segala kesusahan dan kesedihannya diluahkan kepada kawan dan sahabat atau ahli keluarga. Nak share masalah, terpendam dan terbuku di dalam hati. So, kalau ada tempat mengadu dan meluahkan rasa, bolehlah mengurangkan tekanan perasaan. Memang benar, itu adalah satu cara menangani stress. Bila kecewa dengan pasangan, tak dapat layanan yang diingini, semua cerita sebab hati bengang. Masa badan sakit, jiwa tak tenteram, hidup susah, share cerita dengan orang yang boleh mendengar dan memahami.

Teringat pulak pada seseorang ni, masa dia sakit, susah, sedih... dia sentiasa talipon anak kita, mengadu hal. Anak kita selalu menangis sedih mengenang orang ni. Lepas tu, baru-baru ni, dia mendapat kebahagiaan baru, bersenang hati dan bergembira, anak kita tak tahu pun. Jangan kata nak ajak, menipu lagi. Tapi kantoi jugak. What goes around, comes around! Bukan boleh sorok pun. Lagipun dari segi agama, perkara-perkara baik begitu kena hebahkan untuk mengelak fitnah. Tapi itukah tanda caring? When you are not sharing the good thing.

Berbalik kepada sharing is caring ni. Kalau kita dapat berita yang tak berapa enak tentang kawan atau kenalan kita, kita mesti nak share dengan kawan lain kan? So itu sebenarnya tanda kita ni, teruk! (Cakap tentang diri sendiri jugak). Kita dah tahu lama tapi kita simpan. Entah macam mana, orang lain tahu, habis satu dunia tahu, bila tanya kat kita kita bukan nak nafi atau diam, kita iyakan pulak. Zalimnya kita. Betapa kita tak care langsung dengan maruah orang.

Perkara yang dah tersebar walau bukan kita sebarkan, menyebabkan kita rasa susah hati sebab tak berdaya nak menghalangnya. Salah kita jugak sebenarnya, tak berusaha pun nak tutup. Takut sangat orang kata kita mengada-ngada macam alim sangat. Tapi kita tak takut kat Tuhan. Kita selalu cakap nak jadi baik tapi kita buat juga benda tak baik. Kita selalu lupa bahawa segala-galanya ujian dan kita kena hadapi dengan waras dan ikut akal bukan ikut hati. Selalu kita dah buat yang tak betul baru nak menyesal. Kenapalah kita tak belajar juga dari pengalaman lama. Susahnya mendidik diri!

Wednesday, June 24, 2009

Realization always come too late!

Hari ni teringat tentang manusia ni cepat sangat lupa betapa besarnya nikmat kehidupan yang telah diberikan kepada kita. Terutama sekali nikmat umur dan masa. Bila kita sedar nilai sesuatu tu, benda tu dah tak ada lagi. So, pada yang masih memiliki apa-apa saja macam kata-kata ni, fikirlah ye. Got it in my email, again…..

To realize the value of a sister
Ask someone who doesn't have one.

To realize the value of ten years:
Ask a newly divorced couple.

To realize the value of four years:
Ask a graduate.

To realize the value of one year:
Ask a student who has failed a final exam.

To realize the value of nine months:
Ask a mother who gave birth to a still born.

To realize the value of one month:
Ask a mother who has given birth to a premature baby.

To realize the value of one week:
Ask an editor of a weekly newspaper.

To realize the value of one hour:
Ask the lovers who are waiting to meet.

To realize the value of one minute:
Ask a person who has missed the train, bus or plane.

To realize the value of one-second:
Ask a person who has survived an accident...

To realize the value of one millisecond:
Ask the person who has won a silver medal in the Olympics

Time waits for no one.

Treasure every moment you have.
You will treasure it even more when

you can share it with someone special.

To realize the value of a friend:
Lose one.




Bila merasa diri lebih baik dari orang lain, itulah saatnya apabila sebenarnya kita adalah lebih buruk dari sesiapapun. Bila orang memohon maaf dari kita, dan kita rasa bangga kerana orang sedar yang kita tak bersalah, itulah salah kita yang paling besar. Bila rasa hebat kerana menasihati orang tentang kelemahannya, itulah kelemahan besar kita. Bila merasa gembira kerana rasa kita telah buat kebaikan, itulah sebab kesedihan kita.
Kerana sebenarnya kita tak tau nilai perbuatan kita di sisi Allah.
Alangkah baiknya jika kita buat sedikit kesilapan pun, kita merasa kita telah buat dosa yang sangat besar yang mungkin tak terampun!

Tuesday, June 23, 2009

Man??ooo…PAUSE!!!

Bercakap tentang dunia lelaki dan wanita. Lelaki bujang, wanita bujang, lelaki berkahwin, wanita berkahwin, duda, janda, balu…. Nak tak nak kita ada dalam satu kelompok dan kategori ini kan?, Tolak la kategori lelaki dan wanita tua, pertengahan umur, muda, remaja, bla bla bla.....

Nak cerita tentang pengalaman... susah jugak nak cerita. Tapi yang pasti melalui pengalaman ini, memang merasa diri benar-benar munafik dan tak beriman lansung. Sebabnya kalau orang yang beriman boleh melakukan tiga perkara mencegah kemungkaran iaitu dengan tangan, dengan lidah atau selemah-lemahnya dalam hati. Nope, none of those... I just sat there, and because I was not able to stop them, I joined them, instead!

Had to work outstation again and this time, got a ride from a “friend” (used to think of this person as one) who drove and there was another “friend” in the car as well. The three of us, were in the car, it was a long journey as the speed limit is 90km/h but we were going at 75km/h. I was beginning to have “car seat sore”! Was once impressed with the car, but not anymore, after this!

Okay, I have always tell myself don’t judge people, don’t! But, betul lah pesan Rasulullah s.a.w, untuk kedua kalinya, nak kenal hati budi seseorang, pergilah bermusafir dengannya untuk beberapa hari. So, there I was, with this man and the other woman, talking about their ….how do I put this…..”wants”, physically! A husband (of another woman and she wasn’t there) and this other lady… a divorcee… And there was me, myself and I, “laughing” at what they were saying!

What did I do? Nothing, answered some of their questions, laughing and agreeing or disagreeing at times. And gave my opinion when asked! I am disgusted with myself. What has happened to me? I can be easily influenced and a lesson is, avoid bad company! And ironically, got a bisul right on my right knee on the second day there! Serves me right!

The point is, sedih pulak rasanya bila akhirnya, kita mengenali hati budi seseorang yang kita hormat dari pengamatan dan perlakuannya di tempat kerja, sebenarnya adalah orang yang tak berapa layak diberi penghormatan begitu. Sama saja dia dengan lelaki lain yang tak berapa tebal iman dan kewarasan dan dari 9 akal yang dia miliki, yang nafsu satu itulah juga lebih besar kedudukan dalam dirinya. Tak ada makna langsung tahap kelulusan kertas yang berjenis-jenis dan berkeping-keping jika, akal hanya memikirkan tentang nikmat dan lazat hubungan fizikal sahaja.

Dan terasalah bahawa lelaki seperti ini tak memilih pun, siapa saja yang boleh… dan sedih juga bila, kita dianggap mudah hanya kerana status kita dan hanya kerana kita diam dan boleh tumpang gelak. Murahnya diri ini. And diri ini merasa juga seperti dipergunakan bagi menutup perkara tak elok yang sedang berlaku antara mereka, so kita adalah sandaran, nak cover lubang busuk mereka.
Kenapalah kita selalu lupa bahawa Allah, melihat kita setiap masa. Kita biarkan mereka hanyut dalam dunia mereka. Apa agaknya yang berlaku sebelum kita naik kereta tu dan selepas kita turun? Semua perkara ini menghantui fikiran kita. Dan mengapa kita biarkan diri kita, terbabit dengan mereka, sedangkan dalam hati kita, menyampah dan meluat dengan apa yang berlaku. Kenapa kita layan jugak mereka macam kita, tak kisah apa-apa pun? Malahan, kita rasa tak ada beza langsung, kita dan mereka. Kita doa juga Allah ampuni dosa kita dan mereka. Dan mereka dan kita bukan muda lagi. Kitalah yang paling muda kat situ, dan itu pun memang dah tak muda. Apa nak jadi dengan dunia ni... dengan kita?

Tulah ada kawan kita kata, ’kita perempuan ni, sampai masanya menopause dan dalam status kita ni bila nampak lelaki kena sentiasa duduk sebentar, fikir baru ambik tindakan atau berkata-kata?’ Man? Ooooo... PAUSE!!! Dont let them label you as easy, NEVER!!

Kita insaf dan taubat, tak nak tumpang mereka lagi!!!!