i was just thinking about some people's ability to ignore and be rude right on your face.....no hesitation, nothing strange....and it looked perfectly normal. then i taught is this their true nature or was it nurtured? I know very well that when one person thinks that he/she is better than the other....that's a sign of arrogance.... not good! whenever one feels he/she is better than the others, tendency of looking down on others and being proud of one's assumed good behaviour...mean he/she puts him/herself a level higher than others.
but then back to the subject matter....behaving rudely to others. i wonder when and what allows one to behave in that manner. if it is the nature....someone should tell or advice....but if it nurtured.....maybe there is this problem...unawareness....that it is bad to be rude. Being a mom, a dad, a teacher, an educator...whatever.... should we teach our young ones to select and pick who to be nice to? deliberately or through our own behaviour?
We mould, shape, sculpt, trim, cut......design our lives....our offspring.... build a culture for our family members....we are the decision maker. the idea is what kind of life do we want to live together with our love ones and how do we want them to look at the society......and how do we want the society to look at us and what reputation we plan to get from them..
Monday, September 2, 2013
Tuesday, September 18, 2012
Thursday, September 13, 2012
Thanks to Allah
Haven’t been writing for over a year.... so many things
happened. Sad and happy events in my life. Allah has been testing me and
rewarding me at the same time...so I couldn’t really complaint...that would
make me an ingrate...
Allah works his way....beyond our imagination and
comprehension. There will always be blessing in disguise...a silver lining of
every clouds...but sometimes it takes years for us to eventually see and
understand what He is planning for us. Now I learnt not to crack my head
thinking of what is going to happen next...why certain things happened to
me....I ll just end up having analysis paralysis....no point!
I am now looking forward to a brighter future...something
good is coming my way, insyaAllah.
O Allah, make me a worshipper whose faith of You grow
stronger with every challenge and obstacle....
With every tears and laughter
With every reward and disaster
I ll be a better me....
Show me the way and grant me Jannah!
Ameeennn!
Thursday, July 7, 2011
Mimpi....
Bolehkah kita merancang mimpi? Can we really plan, plant and make dream? If so how, when? There are times when we have bad dreams….they become nightmares. Most of the times, to resume sleep is quite difficult. Maybe I shouldn’t use ‘we’…it’s just me. There were times, when the dreams were so beautiful…it’s quite sad to wake up and realize they were just dreams. There were also times when the dreams were so ridiculous and absurd you woke up wondering….what on earth were those dreams about. But then I seldom dream…..jarang benar. Kalau tidur, tidur je…..
I wish all my happy dreams come through. Ada orang kata mimpi hanya mainan tidur. Ada kata mimpi mainan syaitan. Ada kata mimpi gangguan jin. Tapi mimpi juga mungkin ilham yang Tuhan beri kepada kita, orang biasa. Nabi-nabi bermimpi perkara-perkara benar. Wahyu Allah kepada persuruh dan rasulNya. Dulu-dulu orang kata kalau kita bermimpi dipatuk ular itu maknanya ada orang nak masuk meminang. Kata orang sekarang, kalau mimpi dipatuk ular tandanya telah disihir. Kata orang dulu kalau mimpi gigi tercabut tandanya ada orang yang dekat dengan kita akan meninggal dunia. Kata orang sekarang sebab tak menjaga kesihatan mulut dengan baik. Kalau baca buku Ibnu Sirin tentang mimpi ada berbagai tafsiran.
Macamana kita nak tahu mimpi itu benar? Pukul berapa mimpi benar? Kata orang kalau tidur dalam keadaan bersih dan suci, berwuduk mungkin mimpi itu adalah mimpi yang benar? Iya ke? Teringat pulak lagu-lagu mimpi. Mimpi sedih, mimpi di siang hari, umpama mimpi dalam mimpi….entah la. Oooo I honestly don’t know. I had nice dream last night and I was sad when I had to wake up, although I am grateful and thankful to be alive…..the dream was nice. If only the dream comes through…..I will be dreamy all day…..ha ha ha…..
If I can plan, plant and make dream, I will make one for everyone…. Because sometimes just a little dream makes your life wonderful….but then…..dream on…..he he he…. Ada ke orang yang mimpikan kita ye???????
I wish all my happy dreams come through. Ada orang kata mimpi hanya mainan tidur. Ada kata mimpi mainan syaitan. Ada kata mimpi gangguan jin. Tapi mimpi juga mungkin ilham yang Tuhan beri kepada kita, orang biasa. Nabi-nabi bermimpi perkara-perkara benar. Wahyu Allah kepada persuruh dan rasulNya. Dulu-dulu orang kata kalau kita bermimpi dipatuk ular itu maknanya ada orang nak masuk meminang. Kata orang sekarang, kalau mimpi dipatuk ular tandanya telah disihir. Kata orang dulu kalau mimpi gigi tercabut tandanya ada orang yang dekat dengan kita akan meninggal dunia. Kata orang sekarang sebab tak menjaga kesihatan mulut dengan baik. Kalau baca buku Ibnu Sirin tentang mimpi ada berbagai tafsiran.
Macamana kita nak tahu mimpi itu benar? Pukul berapa mimpi benar? Kata orang kalau tidur dalam keadaan bersih dan suci, berwuduk mungkin mimpi itu adalah mimpi yang benar? Iya ke? Teringat pulak lagu-lagu mimpi. Mimpi sedih, mimpi di siang hari, umpama mimpi dalam mimpi….entah la. Oooo I honestly don’t know. I had nice dream last night and I was sad when I had to wake up, although I am grateful and thankful to be alive…..the dream was nice. If only the dream comes through…..I will be dreamy all day…..ha ha ha…..
If I can plan, plant and make dream, I will make one for everyone…. Because sometimes just a little dream makes your life wonderful….but then…..dream on…..he he he…. Ada ke orang yang mimpikan kita ye???????
Monday, July 4, 2011
Cinta, cinta, cinta......
Kata orang love makes the world go round….ye ke? Ada orang lain kata dunia seakan berhenti berputar kerana putus cinta. Betul lah agaknya…cinta itu membuat dunia berputar bagi orang yang sedang bercinta. Walaupun Tuhan memang telah ciptakan dunia ni berputar dalam pergerakannya mengelilingi matahari dan mungkin dengan sifat kasih sayang dan cinta Allah yang maha hebat itu bumi diputarkan untuk memberi dan memenuhi segala keperluan makhluk. Cinta Pencipta!
Cinta itu meletihkan kata orang lain pula. Kita dengar satu lagu korea yang melodinya enak didengar bila di terjemahkan…..love is exhausting….kesian pulak rasanya. Ada pula menulis tentang cinta dalam berbagai-bagai perasa; masam, manis, pahit, ada yang melambangkan cinta dengan berbagai metafora…cinta itu udara yang di hirup….cinta itu matahari yang menyinari, cinta itu hujan yang menyuburkan bumi…..
Ahhh…cinta! Cinta kedengaran dimana-mana. Bukan sahaja cinta sesama manusia; cinta kekasih, cinta monyet, cinta separuh nyawa, cinta buta, cinta abadi…..cinta, cinta, cinta…… ada juga cinta Negara, cinta raja,cinta bangsa, cinta budaya, cinta bahasa, cinta sejarah, cinta keamanan, …..segala macam cinta dunia dan cinta kepada Allah, cinta agama…..cinta akhirat.
Kata orang hidup tanpa cinta umpama dunia tanpa udara…membawa mati. Kata orang lagi cinta setia membawa ke syurga. Kata orang cinta abadi anugerah tertinggi. Ye ke? Kadangkala kita pun merasa ingin cinta dan di cinta. Tapi apa penilaian kita tentang cinta ye? Adakah cinta itu digambarkan dengan kata-kata, tingkahlaku, pandangan, ingatan, hadiah, puji-pujian? Benarkah penilaian kita tentang cinta? Bagaimana pula kita pamerkan cinta itu? Betulkah tindakan kita atas dasar cinta?
Aduhai….manisnya cinta kalau merasa bahagia dan pahitkah cinta bila sengsara? Adakah kita marah kerana cinta, kita merajuk kerana cinta, kita menegur kerana cinta? Adakah diam kita kerana cinta, bersuara juga kerana cinta? Bilakah kita berbelanja kerana cinta, berjimat untuk cinta,melabur kerana cinta, menabung untuk cinta? Siapa yang kita cinta, untuk apa kita bercinta, bila kita bercinta, dimana kita bercinta?
Ooooh……kita rasa perlu cinta…….ye ke?
Cinta itu meletihkan kata orang lain pula. Kita dengar satu lagu korea yang melodinya enak didengar bila di terjemahkan…..love is exhausting….kesian pulak rasanya. Ada pula menulis tentang cinta dalam berbagai-bagai perasa; masam, manis, pahit, ada yang melambangkan cinta dengan berbagai metafora…cinta itu udara yang di hirup….cinta itu matahari yang menyinari, cinta itu hujan yang menyuburkan bumi…..
Ahhh…cinta! Cinta kedengaran dimana-mana. Bukan sahaja cinta sesama manusia; cinta kekasih, cinta monyet, cinta separuh nyawa, cinta buta, cinta abadi…..cinta, cinta, cinta…… ada juga cinta Negara, cinta raja,cinta bangsa, cinta budaya, cinta bahasa, cinta sejarah, cinta keamanan, …..segala macam cinta dunia dan cinta kepada Allah, cinta agama…..cinta akhirat.
Kata orang hidup tanpa cinta umpama dunia tanpa udara…membawa mati. Kata orang lagi cinta setia membawa ke syurga. Kata orang cinta abadi anugerah tertinggi. Ye ke? Kadangkala kita pun merasa ingin cinta dan di cinta. Tapi apa penilaian kita tentang cinta ye? Adakah cinta itu digambarkan dengan kata-kata, tingkahlaku, pandangan, ingatan, hadiah, puji-pujian? Benarkah penilaian kita tentang cinta? Bagaimana pula kita pamerkan cinta itu? Betulkah tindakan kita atas dasar cinta?
Aduhai….manisnya cinta kalau merasa bahagia dan pahitkah cinta bila sengsara? Adakah kita marah kerana cinta, kita merajuk kerana cinta, kita menegur kerana cinta? Adakah diam kita kerana cinta, bersuara juga kerana cinta? Bilakah kita berbelanja kerana cinta, berjimat untuk cinta,melabur kerana cinta, menabung untuk cinta? Siapa yang kita cinta, untuk apa kita bercinta, bila kita bercinta, dimana kita bercinta?
Ooooh……kita rasa perlu cinta…….ye ke?
Sunday, May 22, 2011
Oh kawan!
Kata orang kalau kita ada kawan yang baik, itu adalah anugerah yang amat hebat. Kata orang lagi berkawan lah dengan seramai orang yang boleh sebab kawan itu sangat penting, seribu kawan tak cukup sedangkan musuh satu pun sudah terlalu banyak. Kata orang lagi kawan yang yang baik lebih bernilai daripada emas dan wang ringgit. Kata orang kalau kita susah kawan yang baik tak akan membiarkan kita terus susah. Ye ke?
Macamana dengan orang yang kita anggap sebagai kawan dan mengaku dia kawan kita tapi dia tikam kita dari belakang? Kata orang, “who needs an enemy if you have a friend like that?”Kata orang yang paling mulia di atas dunia Nabi kita s.a.w. kalau kawan kita mencampur dan menjual minyak wangi kita pun wangi, kalau berkawan dengan tukang besi…zaman sekarang welding sana welding sini, baju kita mesti ada lobang-lobang kena percikan api (wallahualam).. tapi kalau masa mula-mula berkawan dia jual minyak wangi lepas tu dia tukar pulak jadi tukang besi…apa kita nak buat?
Ada lagi yang orang kata…kawan makan kawan. Kawan ni mungkin jenis karnibal suka makan daging manusia…. Isyk, isyk, isyk…kita suka makan keropok. Apa pun a friend in need is a friend indeed. Ye ke macam tu? Macamana dengan kawan yang cari kita masa dia susah je…kita jadi a friend indeed tapi masa kita susah dia hilang lesap kita jadi a friend in need…alamak!
Kawan-kawan kita ada berbagai personality kan? Tapi bagaimana kita nak memilih kawan? Bukan senang kan? Sebab ada kalanya manusia ni sangat pandai berlakon dan berpura-pura. Baik dan mulia di depan kita. bak kata orang-orang dulu….telunjuk lurus kelingking berkait….Betul ke penggunaan ini? Entahlah. Kita tengok drama-drama di tv, banyak digambarkan perangai hipokrit macam ni. Kita terasa macam kita pun mempunyai bukan kawan tapi kenalan yang macam tu. Dia kata dia kawan kita dan kita dulu anggap dia kawan tapi sekarang biarlah kita kita dia sekadar kenalan sahaja. Tapi walau hati kita terluka kita berterima kasih sebab kerana dia kita dipanggil ketua. Ditanya apa berlaku, di nasihati.
Kita terfikir apa jenis kawan yang kita nak jadi dan apa jenis kawan yang kita perlukan? Dulu banyak perkara yang kita hadapi bila mengetuai sesuatu kumpulan dan banyak kelemahan malahan kesalahan yang dilakukan oleh ahli kumpulan kita. sebagai ketua kita diamkan sahaja, sekadar bercakap secara berlapik menasihati kerana menganggap mereka kawan kita. Sebenarnya kita “mungkin” kawan yang baik tetapi ketua yang lemah. Tapi bila kita berada dalam kumpulan lain diketuai orang yang mengaku dia kawan kita, tanpa tanya kita, terus mengadu kepada bos kita. Kalau menyuruh memang macam askar beri arahan, talipon kita, dengan nada keras dan garang tapi kata dia tahu dan memahami masalah kita.
Kita tahu mana mungkin kita betul semua….laaa…kita pun orang! Bukan malaikat atau robot. Pasti buat salah. Tapi kita berdoa semoga Allah ampunkan kita dan kita bersyukur Allah tunjukkan kita siapa yang boleh kita percaya dan siapa yang harus kita hindari. Semoga kita tak buat perkara yang mendatang kemurkaan Allah dan menyebabkan kita terhumban ke neraka yang dalam…nauzubillah! Kita mohon ampun.
Apapun kata orang dulu-dulu….muka berpandangan budi kedapatan….bila telah lama kenal, kenallah kita peraangai dan hati budinya…iye ke maksudnya ni? Entahlah. Tapi kita tak mahu berlaku tidak adil. Orang-orang yang telah buat kebaikan kepada kita pasti akan kita kenang , insyaalah. Dan kita sepatutnya lupa apa kejahatan yang orang buat pada kita….lemah iman kita ni…lambat sikit nak lupa.
Macamana dengan orang yang kita anggap sebagai kawan dan mengaku dia kawan kita tapi dia tikam kita dari belakang? Kata orang, “who needs an enemy if you have a friend like that?”Kata orang yang paling mulia di atas dunia Nabi kita s.a.w. kalau kawan kita mencampur dan menjual minyak wangi kita pun wangi, kalau berkawan dengan tukang besi…zaman sekarang welding sana welding sini, baju kita mesti ada lobang-lobang kena percikan api (wallahualam).. tapi kalau masa mula-mula berkawan dia jual minyak wangi lepas tu dia tukar pulak jadi tukang besi…apa kita nak buat?
Ada lagi yang orang kata…kawan makan kawan. Kawan ni mungkin jenis karnibal suka makan daging manusia…. Isyk, isyk, isyk…kita suka makan keropok. Apa pun a friend in need is a friend indeed. Ye ke macam tu? Macamana dengan kawan yang cari kita masa dia susah je…kita jadi a friend indeed tapi masa kita susah dia hilang lesap kita jadi a friend in need…alamak!
Kawan-kawan kita ada berbagai personality kan? Tapi bagaimana kita nak memilih kawan? Bukan senang kan? Sebab ada kalanya manusia ni sangat pandai berlakon dan berpura-pura. Baik dan mulia di depan kita. bak kata orang-orang dulu….telunjuk lurus kelingking berkait….Betul ke penggunaan ini? Entahlah. Kita tengok drama-drama di tv, banyak digambarkan perangai hipokrit macam ni. Kita terasa macam kita pun mempunyai bukan kawan tapi kenalan yang macam tu. Dia kata dia kawan kita dan kita dulu anggap dia kawan tapi sekarang biarlah kita kita dia sekadar kenalan sahaja. Tapi walau hati kita terluka kita berterima kasih sebab kerana dia kita dipanggil ketua. Ditanya apa berlaku, di nasihati.
Kita terfikir apa jenis kawan yang kita nak jadi dan apa jenis kawan yang kita perlukan? Dulu banyak perkara yang kita hadapi bila mengetuai sesuatu kumpulan dan banyak kelemahan malahan kesalahan yang dilakukan oleh ahli kumpulan kita. sebagai ketua kita diamkan sahaja, sekadar bercakap secara berlapik menasihati kerana menganggap mereka kawan kita. Sebenarnya kita “mungkin” kawan yang baik tetapi ketua yang lemah. Tapi bila kita berada dalam kumpulan lain diketuai orang yang mengaku dia kawan kita, tanpa tanya kita, terus mengadu kepada bos kita. Kalau menyuruh memang macam askar beri arahan, talipon kita, dengan nada keras dan garang tapi kata dia tahu dan memahami masalah kita.
Kita tahu mana mungkin kita betul semua….laaa…kita pun orang! Bukan malaikat atau robot. Pasti buat salah. Tapi kita berdoa semoga Allah ampunkan kita dan kita bersyukur Allah tunjukkan kita siapa yang boleh kita percaya dan siapa yang harus kita hindari. Semoga kita tak buat perkara yang mendatang kemurkaan Allah dan menyebabkan kita terhumban ke neraka yang dalam…nauzubillah! Kita mohon ampun.
Apapun kata orang dulu-dulu….muka berpandangan budi kedapatan….bila telah lama kenal, kenallah kita peraangai dan hati budinya…iye ke maksudnya ni? Entahlah. Tapi kita tak mahu berlaku tidak adil. Orang-orang yang telah buat kebaikan kepada kita pasti akan kita kenang , insyaalah. Dan kita sepatutnya lupa apa kejahatan yang orang buat pada kita….lemah iman kita ni…lambat sikit nak lupa.
Tuesday, March 15, 2011
Bersimpatilah
Kita mengikuti perkembangan bencana kiamat kecil di Jepun, Negara dengan teknologi tercanggih menangani gempa bumi. Jepun yang begitu maju dan sangat hebat dengan teknologi dan sikap dan peribadi rakyat yang mengamalkan cara hidup yang terpuji di uji dengan gempa bumi tahap 9. Namun sikap orang Jepun yang bukan beragama Islam kecuali sebilangan kecil, sangat mengagumkan.
Apa yang mengecewakan adalah sikap orang Islam lain yang menyaksikan bencana ini dari jauh termasuk orang-orang di Malaysia. Bila difikirkan semula mungkin ini juga sebab mengapa sukar berdakwah dan menarik orang Jepun menganut Islam kecuali yang hidayah datang terus daripada Allah, (memanglah hidayah itu Allah yang beri tetapi bukankah kita diperintahkan berdakwah, menyebarkan agama sebagaimana Allah mengutus Rasulullah s.a.w. untuk berdakwah) sebab orang Jepun mempunyai dan mengamalkan akhlak yang lebih mulia daripada orang Islam sendiri. Orang Jepun memang terkenal dengan sifat menepati masa, berintegriti, amanah, sanggup bertanggungjawab dan macam-macam sifat baik, sebagaimana kita mendengar dan membaca akhlak Nabi s.a.w junjungan kita.
Berbalik kepada kiamat kecil di Jepun, kita membaca komen-komen dan ulasan yang tidak sensitif, lakaran kartun yang menunjukkan sifat menggelakkan kesusahan orang lain, kebimbangan tentang kerugian bagi yang berkepentingan dan sebagainya. Mana sifat prihatin kita, doa dan timbangrasa kita? Apakah orang kaya dan orang senang tidak akan merasa sakit dan sedih jika ditimpa malapetaka? Mana sifat mulia kita sebagai manusia?
Memang Jepun boleh bangkit jika Allah mengizinkan sebagaimana selepas Perang Dunia Kedua, memang itu harus kita contohi dan kagumi. Memang masalah di Jepun akan menjejaskan dunia secara lansung dan tidak lansung tetapi kita di ajar mendoakan terbaik dan ingatlah tiada apa kuasa yang dapat mengatasi kuasa Allah.
Jomla kita ambil ikhtibar bahawa Allah yang lebih berkuasa dan bukan hak kita menpersendakan kesusahan orang lain. Berdoalah semoga kita tak ditimpa bencana sebegitu rupa dan doakan untuk manusia sejagat ini kecuali orang yang terang-terangan menindas kita. Semoga lebih ramai orang yang di timpa bala bencana mendapat hidayah Allah daripada kesusahan dan ujian yang Allah berikan.
Bayangkan kalau orang Jepun sakit hati dengan kita di tarik segala pelaburan, ditutup segala kilang, bolehkah cicakman ke, keluang man ke, roh badang datang selamatkan kita….. Kalau kita mengambil kira segala faktor persekitaran, memikirkan tempat yang paling selamat di atas bumi ini pun, pastikah kita Allah tak akan menguji kita dengan bencana alam lain? Ingatlah bahawa Allah yang berkuasa, jangan mempersendakan orang Jepun kerana teknologi dan pembangunan mereka. Sekarang gunung berapi di Kyusu mulai aktif, Jepun mungkin akan mengalami bencana lagi….
Apa yang mengecewakan adalah sikap orang Islam lain yang menyaksikan bencana ini dari jauh termasuk orang-orang di Malaysia. Bila difikirkan semula mungkin ini juga sebab mengapa sukar berdakwah dan menarik orang Jepun menganut Islam kecuali yang hidayah datang terus daripada Allah, (memanglah hidayah itu Allah yang beri tetapi bukankah kita diperintahkan berdakwah, menyebarkan agama sebagaimana Allah mengutus Rasulullah s.a.w. untuk berdakwah) sebab orang Jepun mempunyai dan mengamalkan akhlak yang lebih mulia daripada orang Islam sendiri. Orang Jepun memang terkenal dengan sifat menepati masa, berintegriti, amanah, sanggup bertanggungjawab dan macam-macam sifat baik, sebagaimana kita mendengar dan membaca akhlak Nabi s.a.w junjungan kita.
Berbalik kepada kiamat kecil di Jepun, kita membaca komen-komen dan ulasan yang tidak sensitif, lakaran kartun yang menunjukkan sifat menggelakkan kesusahan orang lain, kebimbangan tentang kerugian bagi yang berkepentingan dan sebagainya. Mana sifat prihatin kita, doa dan timbangrasa kita? Apakah orang kaya dan orang senang tidak akan merasa sakit dan sedih jika ditimpa malapetaka? Mana sifat mulia kita sebagai manusia?
Memang Jepun boleh bangkit jika Allah mengizinkan sebagaimana selepas Perang Dunia Kedua, memang itu harus kita contohi dan kagumi. Memang masalah di Jepun akan menjejaskan dunia secara lansung dan tidak lansung tetapi kita di ajar mendoakan terbaik dan ingatlah tiada apa kuasa yang dapat mengatasi kuasa Allah.
Jomla kita ambil ikhtibar bahawa Allah yang lebih berkuasa dan bukan hak kita menpersendakan kesusahan orang lain. Berdoalah semoga kita tak ditimpa bencana sebegitu rupa dan doakan untuk manusia sejagat ini kecuali orang yang terang-terangan menindas kita. Semoga lebih ramai orang yang di timpa bala bencana mendapat hidayah Allah daripada kesusahan dan ujian yang Allah berikan.
Bayangkan kalau orang Jepun sakit hati dengan kita di tarik segala pelaburan, ditutup segala kilang, bolehkah cicakman ke, keluang man ke, roh badang datang selamatkan kita….. Kalau kita mengambil kira segala faktor persekitaran, memikirkan tempat yang paling selamat di atas bumi ini pun, pastikah kita Allah tak akan menguji kita dengan bencana alam lain? Ingatlah bahawa Allah yang berkuasa, jangan mempersendakan orang Jepun kerana teknologi dan pembangunan mereka. Sekarang gunung berapi di Kyusu mulai aktif, Jepun mungkin akan mengalami bencana lagi….
Subscribe to:
Posts (Atom)